Pilih Keterbaruan Atau Stabilitas

Begitu Android One resmi diperkenalkan di Indonesia, pertanyaan ini bertubi-tubi datang ke redaksi SINYAL: mending beli (salah satu seri) Android One atau tetap beli Xiaomi Redmi 1S? Mengambil Nexian Journey One sebagai sampel Android One, sila simak oprekan Kami berikut. Desain Sama-sama bersiku membulat, siku bodi Journey One tampak lebih jelas membulatnya. Permukaan casing bagian belakang sama-sama agak melengkung dan sama-sama tak mengilap. Menurut Kami, permukaan casing Redmi 1S lebih terasa plastiknya; Journey One terasa mirip karet.

Pilih Keterbaruan Atau Stabilitas

Dilihat kasat mata, dimensi bodi Redmi 1S hanya sedikit lebih besar. Ditimang-timang, bobot keduanya terasa setara. Dengan 4.7 inch versus 4.5 inch, layar Redmi 1S pun sedikit lebih luas dibanding Journey One, Baik Redmi 1S maupun Journey One tampilkan warna solid. Sejauh ini Redmi 1S tersedia dalam warna hitam, putih dan merah. Sementara Journey One punya opsi warna hitam dan putih. Meski tak pakai bahan khusus pada layar, keduanya bisa tampilkan warna cukup natural. Pun detil cukup tajam. Ada pengaturan otomatis untuk brightness pada keduanya – pada Journey One, namanya Adaptive brightness. Responsif terhadap sentuhan, Redmi 1S dukung sepuluh titik sentuh, Journey One empat titik sentuh. Redmi 1S punya Color temperature & saturation, Prevent Pocket Dials, Optimize text, dan Pulse notifi cation light di antara pengaturan Display. Pengaturan Journey One standar, cenderung simpel. Namun sudah ada Cast screen.

Kinerja

Benchmark yang Kami jalankan bergantian mengunggulkan masingmasing seri. Sama halnya seperti kombinasi Android Jelly Bean + quad core 1.6 GHz Qualcomm Snapdragon + Adreno 305 yang saling silang unggul terhadap Android 5.1 Lollipop + quad core 1.3 GHz MediaTek MT6582 + Mali 400MP2. Menilik eksekusi atas tugastugas yang diberikan terhadap keduanya, Redmi 1S maupun Journey One tergolong mulus. Misalnya, ketika Kami main game Minion Rush yang banyak pakai sentuhan dan butuh kelancaran grafi s. Keduanya sama-sama sesekali mengalami lag. Storage keduanya sama-sama 8 GB dan sama-sama dilengkapi slot microSD. Bedanya, Redmi 1S dukung 64 GB, Journey One hanya 32 GB. Redmi 1S berbekal baterai 2000 mAh, Journey One hanya 1700 mAh. Pada kondisi pemakaian relatif setara, rataan daya tahan baterai ternyata sama-sama mencapai 8 jam. Tampaknya versi terbaru Android membekal manajemen baterai bawaan yang lebih baik. Pada pengaturannya sendiri keduanya sama-sama memberikan opsi simpel untuk pengelolaan baterai.

Pada deretan aplikasi Redmi 1S tampak Mi Cloud, Scanner, Security, MiTalk, Facebook, WPS Offi ce. Sementara di Journey One terlihat BBM, migme, Nexian, Nexian ID, dan Opera Mini dalam jajaran aplikasinya. Redmi 1S masih pakai MIUI 5 di atas Android Jelly Bean. Sampai saat artikel ini ditulis Kami belum dapat upgrade resmi ke Android KitKat maupun MIUI 6. Dengan tampilan jendela yang mengalir, jumlah jendela bisa bertambah sampai tak terbatas. Journey One tak pakai UI khusus karena harus ikuti pakem dari Google. Jendela Home terpisah dari jendela deretan aplikasi. Di-default 2 jendela, sampai saat ini Kami belum menemukan cara menambah jendela Home-nya. Redmi 1S dan Journey One sama-sama dukung dual SIM. Kedua slot SIM Redmi 1S samasama mini SIM; kedua slot Journey One pakai micro SIM. Kedua slot SIM Redmi 1S dan Journey One sama-sama dukung 3G, tapi sama-sama hanya salah satu yang aktif pada satu waktu. Pengaturan internet otomatis dikenali oleh sistem.

Multimedia

Sama-sama memasang speaker di belakang bodi, milik Redmi 1S dekat tepi bodi, sejajaran kamera utama. Sementara punya Journey One ada di bawah seperti kebanyakan handset. Semburan suara keduanya sama-sama cenderung teredam ketika handset telentang. Tapi kalau sedang digenggam, speaker Redmi 1S lebih beruntung karena cenderung tak ketutupan. Dijajal pada volume tertinggi, warna nada dan kejernihan semburan suara keduanya termasuk oke. Keduanya memang dibekali 12 opsi equalizer yang sama persis (termasuk Normal dan User). Ditambah Bass boost dan Surround sound yang aktif bila earset tercolok. Redmi 1S punya Music maupun Play Music, Journey One hanya Music. Di Redmi 1S, equalizer bisa diakses dari Play Music saja. Sama-sama punya radio, dan sama-sama mengharuskan earset tercolok agar FM Radio aktif. Keduanya juga punya perekam. Redmi 1S lebih lengkap dengan adanya Sleep Timer. Redmi 1S mendeteksi keberadaan fi le video dari Gallery, Explorer, atau Photos. Journey One tampaknya hanya dari Photos. Keduanya bisa baca video HD 1020 dengan player bawaan.

Kamera Di atas kertas, kamera 8 MP + 1.6 MP milik Redmi 1S lebih menarik dibanding kamera 5 MP + 2 MP milik Journey One. Nah, besutan foto dari kamera utama Redmi 1S maupun Journey One sebetulnya sama-sama banyak noise. Tapi kalau membandingkan hanya antara keduanya, hasil Redmi 1S relatif lebih baik. Kamera utama keduanya ternyata masih bisa menangkap objek pada uji foto di kotak gelap; hasil Redmi 1S sedikit lebih bagus dibanding Journey One. Sisi lain, kami tak menemukan catatan mengenai teknologi khusus untuk kamera pada keduanya. Xiaomi membuatkan pilihan Simple mode. Untuk yang demen utak-atik pengaturan, non-aktifkan saja modanya untuk memunculkan sejumlah pengaturan yang lebih detil. Itu ada dalam Advanced settings. Redmi 1S punya Panorama, HDR, Handheld twilight, 15 opsi fi lter, Focus mode, ISO, 12 opsi Scene mode, opsi Camera frame, Burst shoot, sampai Face detection untuk foto. Malah ada pula fungsi Scan QR code. Untuk video, di Redmi 1S ada 6 fi lter, Fast-motion, sampai Time lapse interval. Oya, Redmi 1S bisa rekam video full HD 1080. Journey One jauh lebih simpel. Kalau jendela disapu ke kanan, muncul opsi Photo Sphere, Panorama, Lens Blur, Camera, dan Video. Mengetuk bar di atas shutter sentuh memunculkan opsi lain seperti timer, grid, HDR, sampai pemindah ke kamera depan.

Redmi 1S bisa motret sambil rekam video, Journey One tidak. Keduanya pakai single shutter. Redmi 1S menampakkan slider foto/video dan icon pemindah antara kamera utama dan kamera depan dalam jendela. Sementara Journey One menyembunyikan keduanya dalam sapuan bar menu. Tampilan isi jendela sama-sama simpel. Keduanya punya editor foto; Redmi 1S punya Mi Photo Studio, Journey One pakai yang bawaan. Keduanya pun sama-sama tak punya editor video. Foto maupun video mudah dishare ke media sosial atau disimpan ke storage online. Daya saing Kami akui di Indonesia Xiaomi sakses berat menancapkan imej sebagai produk murah dengan mutu bersaing. Tapi yang paling menarik perhatian Kami adalah keberhasilannya membesarkan tren penjualan lewat online dan “memaksa” konsumen beradaptasi dengan kebiasaan baru berbelanja secara online. Ya, beberapa pabrikan lokal sebelumnya sudah merintis gaya penjualan lewat online. Namun gaungnya baru benar-benar gong setelah Xiaomi masuk ke Indonesia. Secara global, Google sebetulnya juga jualan Nexus secara online. Namun di Indonesia akhirnya Nexus dijual dengan cara tradisional lewat masing-masing pabrikannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *