Menafsir Ulang Monumen Bag3

Mengagumkan tapi juga menakutkan bagi saya,” ujarnya. Karya ini diletakkan di depan karya Yuli Prayitno: Nama Saya Hitam. Karya Yuli yang bernuansa gelap itu memenuhi dinding di belakang sang Kwan Kong. Karyanya berupa bentuk-bentuk pemiuhan kursi hitam yang terbuat dari karet silikon.

Karya Yuli yang ditempel berjajar di dinding itu, entah bagaimana, terasa cocok menjadi latar Kwan Kong. Sekilas kita bisa mengira dua karya itu merupakan satu kesatuan. Trienial seni patung ketiga ini memberi kesempatan bagi para perupa untuk menafsir secara bebas dan luas tentang defnisi monumen. Kurator Rizki A. Zaelani dan Asikin Hasan menghendaki pematung yang terlibat kembali menjejaki tradisi seni patung yang berawal dari monumen.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *