Kegiatan apa yang sering dilakukan orangtua bersama anaknya menjelang tidur malam? Ya, sebagian besar orangtua mendongeng untuk anaknya. Selain membacakan pesan moral (melalui dongeng), kegiatan mendongeng diyakini dapat menimbulkan kedekatan antara anak dengan orangtua. Orangtua juga dapat menjalin komuni kasi yang lebih interaktif, misalnya apa saja yang dilakukan si kecil saat di rumah bersama pengasuh atau di sekolah, bagaimana teman-temannya, dan cerita-cerita lain dari pengalaman si kecil di hari itu.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Dalam suasana santai di kala mendongeng, anak merasa nyaman sehingga mudah mengekspresikan diri. Inilah salah satu manfaat mendongeng. Mengingat manfaat mendongeng yang begitu besar, Puppetaria hadir agar aktivitas mendongeng ini tak lekang dimakan zaman. Puppeteria adalah sekumpulan orang yang mencintai seni olah boneka (puppetering and strorytelling). Awalnya mereka adalah aktivitis acara Jalan Sesama Indonesia (Sesame Street) yang pernah disiarkan di beberapa stasiun televisi.

Dalam perjalanannya, anggota Puppetaria membuat sesuatu hal yang berbeda dengan lebih aktif mengenalkan dongeng boneka melalui acaraacara yang dapat berinteraksi langsung dengan para penontonnya. “Puppetaria hadir bukan hanya untuk anakanak. Saya sendiri dan teman-teman puppetaring merasakan sensasi luar biasa bila sudah bermain dongen boneka ini. Ada suatu hal yang tak bisa dijelaskan, ketika sedang marah boneka-boneka ini bisa menjadi teman untuk mengekspresikan diri bahkan meredam kemarahan.

Begitu pula bila sedang bahagia, kita bebas mengungkapkan apapun yang kita rasakan”, ungkap Wiwid Widyas, pengurus Puppetaria dalam acara Kopi Keliling Arts & Coffe Festival (KACF) 2015, beberapa waktu lalu di Kuningan City, Jakarta. Puppetaria mendapat kesempatan untuk menampilkan dongeng bagi anak-anak. Selain mendongeng lewat panggung boneka, Puppetaria juga memperkenalkan pada masyarakat luas, bagaimana membuat boneka dengan bahanbahan sederhana seperti kaus kaki, kardus pasta gigi, kain perca dan masih banyak lainnya.

Tujuannya agar para penikmat dongeng, nantinya bisa menjadi pendongeng dengan me manfaatkan boneka yang dibuat sendiri. ”Semua orang, dari usia anak-anak hingga dewasa menyukai dongeng. Mereka pun bisa jadi pendongeng. Kalau soal ide cerita tak perlu khawatir, karena cerita bisa diambil dari kehidupan sehari-hari. Misalnya saja persahabatan, kedekatan dengan orangtua, hobi, hubungan sosial, rajin belajar dan lainnnya. Yang pasti, cerita adalah hasil imajinasi kita tanpa batas,” tambah Wiwid.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *