Dengan demikian, dapat melindunginya dari pertusis kelak ketika bayi lahir hingga bayi mendapatkan vaksin sendiri pertama kali di usia 2 bulan, kemudian 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan dan terakhir di usia 5 tahun. Isi vaksin tersebut tak hanya pertusis, Ma, tapi juga terdapat vaksin difteri dan tetanus, biasanya disingkat menjadi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Namun,yang dipakai adalah tipe vaksin Pertusis Acelular.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Perlu diketahui pula, dosis vaksin DPT dewasa berbeda dengan vaksin DPT pada bayi, sehingga vaksin DPT bayi dilarang untuk disuntikkan ke mamil. Merek vaksin yang dianjurkan oleh American College Obstetrics and Gynecology (ACOG) dan CDC adalah Boostrix dan Adacel. MANFAAT DAN EFEK SAMPING Manfaat utama dari vaksin pertusis adalah melindungi mamil dari infeksi pertusis dan bayi pada tiga bulan pertama kehidupannya. Pasalnya, masa tiga bulan ini merupakan masa rentan infeksi dikarenakan sistem kekebalan (imunitas) bayi belum bekerja optimal.

 

Sedangkan vaksin difteri, seperti dijelaskan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pada situs resminya, dapat mencegah seseorang mengalami pembengkakan dan sumbatan jalan napas serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit difteri menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan sehingga dapat membuat Mama/anak sulit makan dan bernapas. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan lumpuh dan gagal jantung.

Vaksin tetanus bisa mencegah kuman tetanus mengeluarkan racun yang menyerang saraf otot tubuh dan menyebabkan penderitanya kaku, lumpuh, sulit bergerak dan bernapas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Berbeda dengan difteri dan pertusis yang menular, tetanus tidak ditularkan lewat udara ataupun dari orang ke orang. Bagaimana dengan efek sampingnya? Memang, ada beberapa KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi) alias efek samping, namun sifatnya ringan biasanya terjadi 1-3 hari setelah pemberian vaksin Umumnya berupa rasa nyeri.

pembengkakan dan reaksi kemerahan lokal di area injeksi/suntik, serta demam ringan. Untuk meredakan demam, Mama bisa menggunakan parasetamol atau obat pereda demam yang aman untuk anak maupun kehamilan. Sementara rasa nyeri, pembengkakan, dan kemerahan akan hilang sendiri. Yang jelas, vaksin DPT aman untuk kehamilan. Jadi? Sila konsultasikan dengan dokter obgin Mama, ya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *