Oray-orayan Tisna Bag3

Dia membuat dua lukisan, lima etsa, dan empat instalasi untuk pameran yang berlangsung hingga akhir Oktober itu. Pria 60 tahun ini menggantungkan plastik-plastik putih menggelembung di puncak tiang kayu. Tak ada indahnya, hanya plastik pembungkus biasa yang diikat karet di ujungnya. Tapi, di plastik itu, Tisna menggoreskan kalimat ”Seni adalah Doa” dan ”Agama adalah Helaan Nafas”.

Karya Tisna yang paling kuat dan detail dalam pameran itu adalah Oray-orayan. Instalasi ini diberi nama sesuai dengan permainan tradisional ular-ularan yang biasa dimainkan anak-anak Sunda. Tisna membangun sebuah struktur serupa pohon dari galon-galon kosong. Galon tersambung dengan slang pada kendi-kendi tanah liat dan botol air mineral berisi air dari 99 sumber mata air di Bandung Selatan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *