BAGAIMANA DENGAN BIDAN? Ada beberapa kondisi yang membuat mamil punya pertimbangan untuk memilih bidan ketimbang dokter obgin. Di antaranya, soal biaya dan akses transportasi. Biaya konsultasi dan melahirkan di bidan memang cenderung lebih bersahabat.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Namun perlu Mama pahami, perbedaan tersebut tentu memiliki alasan kuat, walau keduanya bisa membantu Mama dalam proses kelahiran. Bidan umumnya hanya terlatih untuk menangani pemeriksaan dasar kehamilan, seperti: mengukur berat badan Mama, tekanan darah, atau mengukur detak jantung janin dengan alat pengukur. Sedangkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh dan mendalam tentang kehamilan, seperti USG untuk memantau tumbuh kembang janin, semua hanya boleh dilakukan oleh dokter obgin.

Begitu juga dengan penanganan beragam risiko terkait komplikasi yang berasal dari ibu ataupun janin. Misalnya, janin sungsang atau terlilit tali pusat, terjadinya kasus preeklamsia (tekanan darah tinggi), kejang, atau perdarahan pada mamil yang harus ditangani segera, maka bidan tak bisa melakukan tindakan dan akan merujuk Mama segera ke dokter obgin. Oleh karena itu, jika Mama memutuskan untuk memeriksakan kehamilan ke bidan, dianjurkan setidaknya 4 kali mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Satu kali di trimester pertama, satu kali di trimester kedua, dan dua kali di trimester ketiga. Bila dokter menyatakan kehamilan tidak ada komplikasi, Mama dalam kondisi sehat, posisi janin dalam keadaan normal dan bagus, atau dengan kata lain kehamilan tidak memiliki risiko, maka melahirkan dengan bantuan bidan barulah bisa menjadi pilihan. PRAKTIK DI RUMAH ATAUKAH DI RUMAH SAKIT? Untuk konsultasi rutin, Mama bisa saja melakukannya dengan dokter obgin yang berpraktik di rumah bila memang jarak tempuh ke rumah sakit terbilang sangat jauh, atau lakukan kontrol rutin pada bidan terdekat.

Namun untuk kehamilan dengan komplikasi atau Mama mengharapkan penanganan yang lebih intensif, disarankan memilih melahirkan di rumah sakit dengan fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yang bisa menangani masalah pada bayi serta ICU (Intensive Care Unit) untuk menangani kondisi darurat pada sang mama. ‘ LANGKAH 2: MENETAPKAN TANGGAL KUNJUNGAN Diskusikan dengan Papa mengenai tanggal yang tepat sehingga Mama Papa bisa melakukan kunjungan bersama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *