Mungkin usulan itu terdengar aneh, tapi sepanjang masih bisa difasilitasi, mengapa tidak? Katakan saja, “Nama itu terdengar lucu, Kak!” ¦ Konsisten dalam berdisiplin. Sikap asertif bisa semakin menguat ketika disiplin anak juga berjalan, termasuk dalam hal bagaimana kita konsisten mendisiplinkan anak.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Contoh, anak harus menghabiskan lebih dulu makanannya sebelum main bersama temannya. Anak yang tahu batasan cenderung lebih bisa menjaga diri agar orang lain tidak memanfaatkan dirinya. Jadi, ia tidak mudah dibujuk dan bisa bersikap tegas. ¦ Memberikan saran membangun, tunjukan pada perilakunya, bukan pada diri anak. Contoh, anak memukul kita, karena kita tidak memenuhi keinginannya. Katakan, “Berhenti pukul Mama, itu sakit!” Jangan katakan, “Kakak nakal!” Bantu anak mengetahui apa kesalahannya tanpa menyakiti perasaannya. ¦

Sesekali ikuti keinginan dan aturan main yang dibuat anak. Jika anak hanya ingin mengenakan sepatu tali favoritnya, biarkan ia memakai sepatu itu. Aturan simpel seperti ini membuat anak belajar mengen dalikan apa yang inginkan sekaligus masa depannya nanti. ¦ Seiring usia anak bertambah, mulai ngobrol de ngan anak tentang bagaimana bersikap asertif. Tekankan pada pentingnya anak mempertahankan pendapatnya, jika memang itu benar dan sesuai dengan aturan berlaku. Juga tentang hal-hal yang ia sukai dan tidak sukai, perlu dan tidak diperlukan, bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan. Beri anak contoh atau lakukan role play agar anak mengerti. ¦

Dengarkan anak. Mungkin kita berpikir, semakin besar anak, maka anak akan lebih mandiri dengan sendirinya. Namun, semakin bertambah usia, anak justru lebih butuh didengarkan. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha ada saat anak siap dan ingin berbicara. Anak yang sadar bahwa suaranya didengar di rumah, akan tumbuh sebagai anak yang asertif. Lebih lanjut, bantu anak mengomunikasikan apa yang ia maksud dengan tiga cara: ? Pesan yang ingin disampaikan harus jelas. Jika anak tampak bingung atau berbicara berputar-putar, tanyakan pelan-pelan apa yang ia maksudkan. ? Rencanakan dan selalu berlatih. Bantu anak belajar menyatakan keinginannya lewat bermain peran atau saat aktivitas bersama. ?

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *